Kamis, 03 Februari 2011
Hubungan Alkohol Dengan Terjadinya Kanker Mulut
Penggunaan alkohol berat merupakan faktor risiko terkena karsinoma mulut. Penggunaan alkohol terbukti mengalami peningkatan risiko terkena karsinoma sel skuamosa rongga mulut karena alkohol mengandung karsinogen atau prokarsinogen, termasuk kontaminan dari nitrosamin dan uretan selain etanol. Etanol dimetabolisme oleh alkohol-dehidrogenase dan oleh sitokrom P450 menjadi asetaldehid yang bersifat karsinogen. Enzim metabolisme karsinogen berperan pada individu tertentu. Alkohol dehidrogenase mengoksidasi etanol menjadi asetildehid yang sitotoksik dan menghasilkan radikal bebas serta basa DNA hidroksilasi. Alkohoh dehidrogenase tipe 3 mungkin merupakan faktor predisposisi karsinoma sel skuamosa rongga mulut. Alkohol dan tembakau memberikan efek sinergis yang menyebabkan perubahan displastik pada mukosa. Orang yang merokok dan juga minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan mempunyai resiko lebih tinggi untuk berkembangnya kanker mulut daripada orang yang meminum alkohol saja atau yang menggunakan tembakau saja. Daerah mukosa yang paling sering terkena oleh alkohol mempunyai resiko paling tinggi untuk berkembangnya kanker. Alkohol memudahkan kerja tembakau dengan berfungsi sebagai pelarut sehingga memudahkan bahan karsinogen untuk berpenetrsi ke dalam jaringan mulut. Alkohol dapat mempengaruhi keutuhan sistem kekebalan pasien yang memungkinkan kanker tumbuh dan berkembang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
bagitu eee...mantaaaap!!!! :D
BalasHapus